Jumat, 09 April 2010

KEGUNAAN ASAM JAWA

Sinonim: —
Familia: Leguminosae
Asam Jawa (tamarindus indica) merupakan sebuah kultivar daerah tropis dan termasuk tumbuhan berbuah polong. Batang pohonnya yang cukup keras dapat tumbuh menjadi besar dan daunnya rindang. Daun asam jawa bertangkai panjang, sekitar 17 cm dan bersirip genap. Bunganya berwarna kuning kemerah-merahan dan buah polongnya berwarna cokelat dengan rasa khan asam. Di dalam buah polong selain terdapat kulit yang membungkus daging buah, juga terdapat biji berjumlah 2 – 5 yang berbentuk pipih dengan warna cokelat agak kehitaman.
Nama Lokal:
Tamarind (Inggris), Tamarinier (Perancis), Asam Jawa (Indonesia), Celangi, Tangkal asem (Sunda); Asem (Jawa).
Penyakit yang dapat Diobati
Asma, Batuk, Demam, Sakit panas, Rheumatik, Sakit perut, morbili, Alergi/ biduren, Sariawan, Luka baru, Luka borok, Eksim, Bisul, Bengkak disengat lipan/lebah, Gigitan ular bisa.
Pemanfaatan
Rata Penuh1. Asma
Bahan: 2 polong kulit pohon asam Jawa, adas pulawaras secukupnya
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari
2. Batuk Kering
Bahan: 3 polong buah asam jawa, 1/ 2 genggam daun saga
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 4 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas dan disaring
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore
3. Demam
Bahan: 1 genggam daun asam jawa, adas pulawaras secukupnya
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 1/2 liter air sampai mendidih, kemudian disaring
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore
4. Sakit Panas
Bahan: 2 polong buah asam jawa yang telah masak, garam secukupnya
Cara membuat: kedua bahan tersebut diseduh dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring
Cara menggunakan: diminum biasa
Catatan: bagi ibu hamil tidak boleh minum resep ini
5. Rheumatik
Bahan: 1 genggam daun asam jawa, 2 – 3 biji asam jawa (klungsu = Jawa)
Cara membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk halus
Cara menggunakan dipakai untuk kompres bagian yang sakit
6. Sakit perut
a. Bahan: 3 polong buah asam jawa yang sudah masak, kapur sirih, minyak kayu putih secukupnya
Cara membuat: semua bahan dicampur sampai merata
Cara menggunakan: sebagai obat gosok, terutama pada bagian perut
b. Bahan: 3 polong buah asam jawa, 1 potong gula aren
Cara membuat: kedua bahan diseduh dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring
Cara menggunakan: diminum biasa
c. Bahan: 2 polong buah asam jawa, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari, 1 potong gula kelapa
Cara membuat: kunyit diparut, kemudian dicampur dengan bahan bahan lainnya dan diseduh dengan 1 gelas air panas, kemudian disaring
Cara menggunakan: diminum biasa
7. Morbili
Bahan: 1 – 2 potong buah asam jawa yang telah masak, 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari
Cara membuat: kunyit diparut, kemudian kedua bahan tersebut dicampur sampai merata
Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak/obat gosok bagi penderita morbili
8. Alergi/ Biduren (Jawa)
Bahan: 2-3 golong buah asam jawa yang telah tua, garam secukupnya, 1/4 sendok kapur sirih.
Cara membuat: semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas dan disaring
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore
9. Sariawan
Bahan: 2 polong buah asam jawa, 2 rimpang temulawak sebesar ibu jari, I potong gula kelapa
Cara membuat semua bahan direbus sampai tersisa 1 gelas, kemudian disaring
Cara menggunakan: diminum biasa
10. Luka baru
Bahan: daun asam jawa secukupnya
Cara membuat: daun asam jawa dikunyah sampai lumat
Cara menggunakan: ditempelkan pada luka
11. Luka borok
Bahan: beberapa biji asam jawa (klungsu = jawa) Cara membuat: biji asam jawa ditumbuk halus
Cara menggunakan: ditempelkan pada luka, kemudian ditutup dengan perban.
12. Eksim dan Bisul
Bahan: 1 genggam daun asam jawa yang masih muda (sinom = jawa), 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari
Cara membuat: kedua bahan ditumbuk sampai halus
Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian yang sakit.
13. Bengkak karena disengat lipan atau lebah
Bahan: 3 – 5 biji asam jawa dan minyak kayu putih secukupnya
Cara membuat: biji asam jawa ditumbuk halus
Cara menggunakan: bagian yang bengkak dibersihkan terlebih dahulu dengan kain yang dibasahi dengan minyak kayu putih, kemudian ditaburi/ditempeli dengan bubukan biji asam jawa tersebut.
Kandungan Kimia
Buah polong asam jawa mengandung senyawa kimia antara lain asam appel, asam sitrat, asam anggur, asam tartrat, asam suksinat, pectin dan gula invert. Buah asam jawa yang masak di pohon diantaranya mengandung nilai kalori sebesar 239 kal per 100 gram, protein 2,8 gram per 100 gram, lemak 0,6 gram per 100 gram, hidrat arang 62,5 gram per 100 gram, kalsium 74 miligram per 100 gram, fosfor 113 miligram per 100 gram, zat besi 0,6 miligram per 100 gram, vitamin A 30 SI per 100 gram, vitamin B1 0,34 miligram per 100 gram, vitamin C 2 miligram per 100 gram. Kulit bijinya mengandung phlobatannnin dan bijinya mengandung albuminoid serta pati.

Tips Anti Jerawat Tanpa Obat

Walau bentuknya kecil, jerawat punya efek yang besar. Kadang kita jadi malu pergi keluar, nggak percaya diri ketemu gebetan, sampai pusing kepala karena harus ke dokter kulit. Nah, biar jerawat nggak muncul di wajah, baca tips berikut ini!
Untuk punya wajah anti jerawat nggak harus pake perawatan full obat. Cara alami dan perubahan pola hidup juga terbukti ampuh untuk mengusir jerawat nakal.
1. Rajin-rajin pakai masker jerawat. Maskeran bukan kegiatan yang asing lagi terutama buat wanita. Masker madu adalah yang paling cocok untuk mengusir jerawat. Madu mengandung anti bakteri yang dapat menjadi pembunuh kuman dan menghilangkan jerawat kecil. Selain itu madu juga sangat lembut untuk kulit sensitif.
2. Cuci muka dua kali sehari. Selama satu hari kehidupan kita diisi oleh berbagai macam kegiatan. Debu, polusi, kotoran, dan. bakteri pastinya banyak menempel di wajah. Agar kotoran-kotoran tersebut nggak betah lama-lama di wajah kita yang mulus, jangan lupa cuci muka. Sebaiknya gunakan. sabun. anti jerawat yang berbahan dasar belerang.
3. Usir rambut dari wajah. Jika punya rambut panjang, ikat atau jepit sehingga tak menyentuh wajah. Karena berbagai kegiatan sehari-hari, rambut kita akan mengandung minyak dan kotoran. Kotoran dan minyak Yang menyentuh wajah pastinya bisa menjadi pemicu yang ampuh untuk memunculkan jerawat.
4. Minum Multi-vitamin. Selain karena kotor, jerawat juga menandakan adanya sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh kita. Kesehatan kulit benar-benar tergantung pads asupan nutrisi yang masuk. Di tengah kesibukan yang padat, kadang kita lupa untuk memperhatikan makanan dan nutrisi apa yang masuk. Tubuh juga bisa ngambek lho! Caranya, mereka akan memproduksi sebum (semacam minyak) yang berlebihan sehingga menyumbat pori-pori. Reaksi tersebut selain akan memicu jerawat juga mengurangi kemampuan kulit menyembuhkan diri dan melawan bakteri.
5. Makan wortel. Makan Wortel untuk mendapatkan asupan beta karotin (vitamin A). Vitamin A ini bermanfaat untuk memperkuat serat-serat Yang melindungi kulit dan mencegah jerawat. Selain itu, vitamin A juga efektif untuk mengurangi produksi sebum. Intinya, vitamin A sangat bermanfaat untuk menjaga dan memperbaiki serat dan jaringan yang membentuk kulit. Fungsi lain dari vitamin A adalah sebagai anti oksidan yang akan menyingkirkan berbagai racun tubuh. Kekurangan vitamin A juga bisa menyebabkan jerawat.
6. Sebisa mungkin hindari kosmetik. Jika tak terlalu mendesak, hindari penggunaan kosmetik pads wajah. Menggunakan make-up akan menyumbat pori-pori wajah. Jika pori-pori wajah tersumbat maka pastinya akan menimbulkan noda hitam dan jerawat. Jika benar-benar perlu menggunakan kosmetik, sebisa mungkin cari kosmetik yang berbasis air.
7. Minum 8 gelas air sehari. Mungkin kedengarannya klise. Tapi kebiasaan ini benar-benar terbukti efektif untuk menyehatkan kulit. Air sangat bermanfaat untuk mendorong zat-zat tak berguna untuk keluar dari tubuh. Dengan minum air putih 8 gelas sehari, selain anti jerawat, Anda juga akan mendapatkan bonus kulit yang bersinar.
8. Jangan pencet jerawat. Jangan sentuh, tekan, atau ganggu jerawat yang ada di wajah Anda. Memang kadang-kadang orang sering tergoda untuk menekan jerawat besar yang mulai pecah. Tapi, cobalah tahan kebiasaan itu. Semakin sering memegang wajah, maka sebum dalam wajah akan semakin meningkat. Lagipula, ketika memencet jerawat, saat itu juga Anda merusak membran yang ada di bawah kulit. Kerusakan membran tadi akan menyebabkan sebum menyebar di balik lapisan kulit. Hasilnya, jerawat di wajah akan semakin meriah.
9. Cuci Bantal dan Seprai. Setiap hari wajah Anda pasti menempel di sarung bantal. Ketika sedang menempel di wajah, sarung bantal menyerap minyak dan wajah dan menempelkannya kembali ke maka Anda ketika tidur. Selain minyak, sarung bantal juga berisiko menghantarkan kuman, debu, dan berbagai kotoran kecil lain ke wajah. Jadi, demi wajah mulus tidak ada salahnya cuci sarung bantal setiap hari.

Kamis, 08 April 2010

obat maag tradisional

Gejala sakit maag adalah timbul karena makan tidak teratur, makan yang terlalu asam, kebanyakan makan yang manis, bisa juga karena stres. Sakit maag terasa pada lambung yang terasa perih, mual kadang-kadang kembung. Sakit maag bisa diobati secara tradisionil, yakni dengan cara meminum air rebusan campuran irisan kunyit dan kayu manis yang telah dicuci terlebih dahulu. Irislah 5 jari kunyit ukuran besar kira-kira 1 mm kemudian tambahkan 2 potong kayu manis kira-kira masing-masing 5 cm. Rebuslah dari 3 gelas menjadi 1 gelas dalam bejana yang tidak terbuat dari aluminium. Air rebusan dari bening akan berubah menjadi merah. Minumlah air rebusan tadi pada saat sakit maag terasa, harus habis 1 gelas. Dengan dirutinkan minum air rebusan tadi, insya Allah maag anda bisa sembuh. Namun ingat jika anda pernah mengalami maag, janganlah makan yang terlalu pedas, asam, jangan minum kopi, selain itu makanlah yang teratur dan biasakanlah pola hidup yang teratur agar jauh dari stres. Selamat mencoba.
Jika anda kesulitan mendapatkan kayu manis atau kunyit, bisa juga makan ketela pohon (singkong) yang mentah. Tetapi ingat jangan ketela pohon yang pahit. Ketika gejala sakit maag terasa, makanlah singkong mentah yang sudah dikupas dan sudah dicuci dengan air matang secukupnya.
Biasakanlah minum air putih yang hangat setelah bagun tidur, inipun akan mengurangi gejala sakit maag.

Obat Tradisional Maag adalah dengan Puasa

Obat tradisional maag ternyata adalah Puasa? Ya penyakit maag dapat diatasi dengan berpuasa saja. Tapi sayangnya kebanyakan orang tidak mau melakukannya karena takut jika sakit maag mereka akan kambuh.

Padahal dengan berpuasa sakit maag seseorang bisa sembuh. Mengapa demikian, mengapa puasa bisa menjadi obat tradisional?

Sebelumnya bagi yang belu tahu? penyakit maag adalah kumpulan rasa nyeri pada daerah epigastrium (ulu hati). Dan ternyata puasa dapat menjadi obat yang efektif

Ini beberapa alasan yang dikemukakan oleh berbagai ahli :

  • Saat berpuasa makan menjadi teratur (pagi dan sore)
  • Lebih mampu mengendalikan diri dan Pola hidup lebih teratur (kurang lebih 14 jam tanpa makan dan minum)
  • Mengurangi zat berbahaya ke tubuh seperti rokok, minuman soda, kopi dsb.

Tentu puasa sebagai obat penyakit maag bukan tanpa penelitian ilmiah!! Ini dibuktikan Seorang ilmuwan dari Perancis yang melibatkan 13 sukarelawan melaksanakan puasa. Dan ternyata terjadi perningkatan asam lambung pada minggu pertama puasa tetapi pada minggu kedua malah kembali normal.

Walau begitu supaya puasa benar-benar menjadi obat tradisional yang efektif dalam menyembukan penyakit maag. Ini beberapa hal juga yang harus dilakukan :

  • Berbuka dengan yang manis
  • Makan yang ringan terlebih dahulu
  • Hindari makanan yang berlemak, merusak dinding lambung (cuka, pedas), merangsang pengeluaran asam lambung (kopi, susu full krim), sulit dicerna (keju), mengandung gas (sawi) dsb.

Jika anda mau melakukan hal-hal diatas barulah puasa bisa menjadi obat tradisional yang efektif untuk mengobati penyakit anda. ya saya doakan supaya sakit maag anda cepat sembuh.

info obat alami

pinang
2007-09-25 14:55:00
Pinang(Areca catechu L।)BAGIAN YANG DIPAKAI: Biji, daun, sabut.KEGUNAAN: Biji (Binglang): - Cacingan: taeniasis, fasciolopsiasis. - Perut kembung akibat gangguan pencernaan. - Bengkak karena retensi cairan (edema). - Rasa penuh di dada. - Luka. - Batuk berdahak. - Diare. - Terlambat haid, Keputihan. - Beri-beri, edema. Malaria. - Memperkecil pupil mata (miosis) pada glaucoma.Daun: - Tidak napsu makan. - Sakit pinggang (lumbago).Sabut: - Gangguan pencernaan (dyspepsia). - Sembelit. - Edema dan beri-beri.PEMAKAIAN: Untuk minum: 5-10 g biji kering atau 5-10 g sabut, rebus. Pemakaian luar : Biji secukupnya direbus, airnya untuk mencuci luka dan infeksi kulit lainnya.CARA PEMAKAIAN: 1. Cacingan: 30 g serbuk biji pinang direbus dengan 2 gelas air, didihkan perlahan-lahan seiama 1 jam. Setelah dingin disaring, minum sekaligus sebelum makan pagi.2. Luka: Biji ditumbuk halus, untuk dipakai pada luka.3. Kudis: Biji pinang digiling halus, tambahkan sedikit air kapur sirih sampai menjadi adon...
1. Diabetes Melitus
2007-09-25 14:42:00
Petai Cina(Leucaena leucocephala, Lmk. de wit)Sinonim :Leucaena glauca, Benth.Familia :Mime1. Diabetes Melitus Bahan: Biji petai cina yang sudah tua dan kering; Cara membuat: digoreng tanpa minyak dan ditumbuk halus (dibuat bubuk). Kemudian ambil 1 sendok dan diseduh dengan air panas (seperti membuat kopi). Cara Menggunakan: diminum 1 kali sehari 1 gelas dan dilakukan secara teratur.2. Cacingan Bahan: Biji petai cina yang sudah tua dan kering; Cara membuat: digoreng tanpa minyak dan ditumbuk halus (dibuat bubuk). Kemudian ambil 1 sendok dan diseduh dengan ½ - 1 gelas air panas (seperti membuat kopi). Cara Menggunakan: diminum menjelang tidur malam.3. Meningkatkan gairah seks Bahan: 1 sendok petai cina, 1 sendok bubuk merica hitam, 2 butir kuning telur ayam kampung mentah dan 1 sendok madu; Cara membuat: semua Materials tersebut dioplos sampai merata Cara Menggunakan: diminum sekaligus4. Luka baru dan bengkak Bahan: daun...
BAGIAN YANG DIPAKAI: Kulit pohon, daun, ranting, buah.
2007-09-25 14:34:00
Kayu Putih(Meialeuca leucadendra L.)Sinonim := M. cajuputi, Roxb. = M. cumingiana et lancifolia Turcz. = M. minor Sm. = M. saligna B. = M. viridifolia, Gaertn. = Myrtus leucadendra, Linn, = M. saligna Gmel.Familia :BAGIAN YANG DIPAKAI: Kulit pohon, daun, ranting, buah.KEGUNAAN:Daun:- Rematik.- Nyeri pada tulang dan syaraf (neuralgia).- Radang usus, diare, perut kembung.- Radang kulit.- Ekzema, sakit kulit karena alergi.- Batuk, demam, flu.- Sakit kepala, sakit gigi.- Sesak napas (asma)Kulit kayu: Lemah tidak bersemangat (neurasthenia). Susah tidur.PEMAKAIAN:Untuk minum: Daun: 10-15 g, direbus.Pemakaian luar: Kulit atau daun secukupnya digiling halus, untuk pemakaian setempat seperti alergik dermatitis, ekzema, luka bernanah atau daun segar secukupnya direbus, airnya untuk cuci.CARA PEMAKAIAN:1. Rasa lesu dan lemah, insomnia: Kulit kering sebanyak 6-10 g dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring. minum.2. Rema...
More About: Yang
Jambu Biji(Psidium guajava, Linn.)
2007-08-26 09:32:00
Jambu Biji1. Diabetes Mellitus Bahan: 1 buah jambu biji setengah masak Cara membuat: buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore2. Maag Bahan: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar. Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.3. Sakit Perut (Diare dan Mencret) Bahan: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari pagi dan sore.4. Sakit Perut atau Diare pada bayi yang masih menyusui Bahan: jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya. Cara menggunakan: dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut, airnya ditelan dan ampasnya dibuang.5. Masuk Angin Bahan: 10 lembar daun ...
Jahe(Zingiber officinale Rosc.)
2007-08-26 09:27:00
Jahe (Zingiber officinale Rosc।)
BAGIAN YANG DIGUNAKANRimpang.Kegunaan1. Asi.2. Batuk.3. Membangkitkan nafsu makan.4. Mulas.5. Perut kembung.6. Serbat.7. Gatal (obat luar).8. Luka (obat luar).9. Sakit kepala (obat luar).10. Selesma (obat luar).RAMUAN DAN TAKARANMulasRamuan:Jahe Merah (parut) 3 rimpangCara pembuatan: Diperas.Cara pemakaian: Diminum 3 kali sehari 1 sendok teh.Lama pengobatan: Diulang selama 3 hari.SerbatRamuan:Jahe 1 rimpangBunga Cengkih 2 bijiBuah Kemukus 4 bijiBuah Cabai Jawa 3 bijiSereh 1 ruas jari tanganBiji Pala 1 / 5 butirDaun Jeruk Purut 1/2 lembarKulit Kayu Manis sedikitGula Aren secukupnyaAir 200 mlCara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.Lama pengobatan : Diulang selama 4 hari.ASIIkan dan udang baik sekali untuk melancarkan ASI. Kadang-kadang bayi rentan terhadap ASI yang berbau ikan atau udang. Untuk mencegah hal tersebut ibu menyusui harus makan lalap Jahe atau Kem...
Delima(Punica granatum L.)
2007-08-26 09:24:00
Delima(Punica granatum L।)BAGIAN YANG DIGUNAKANBagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah kulit kayu, kulit akar, kulit buah, daun, biji, dan bunganya. Kulit akar dikeringkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Kulit buah dapat digunakan segar atau setelah dikeringkan.INDIKASIKulit buah (shi flu pi) digunakan untuk:sakit perut karena cacing,buang air besar mengandung darah dan lendir (disentri amuba),diare kronis,perdarahan seperti wasir berdarah, muntah darah, batuk darah, perdarahan rahim, perdarahan rektum,prolaps rektum,radang tenggorok,radang telinga,keputihan (leukorea)nyeri lambung.Kulit akar dan kulit kayu digunakan untuk:cacingan terutama cacing pita (taeniasis),batuk,diare.Bunga digunakan untuk:radang gusi,perdarahan,bronkhitis.Daging buah digunakan untuk:menurunkan berat badan,cacingan,sariawan, tenggorokan sakit, suara parau,tekanan darah tinggi (hipertensi),sering kencing,rematik (artritis),perut kembungBiji digunakan untuk:menurunkan demam, batuk,keracunancacin...
More About: Deli
Aren(Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)
2007-08-26 09:23:00
Aren(Arenga pinnata (Wurmb।) Merr.)EGUNAANTuak/legen:-Sariawan.-Sembel it.Akar:-Batu ginjal.-Ruam kulit.RAMUAN DAN TAKARANBatu Ginjal:Ramuan:Akar Aren 2 gramDaun Keji beling 3 gramAkar Alang-alang 3 gramHerba Meniran 3 gramAir 20 mlCara pembuatan:Dibuat infus.Cara pemakaianDiminum 1 kali sehari, 100 ml.Lama pengobatan:Diulang selama 14 hari atau sampai bntu ginjal keluar. Pengobatan dihentikan setelah batunya keluar berupa batu, pasir, atau butiran. Selanjutnya minum rebusan daun Kumis Kucing dan herba Meniran, sebagai pengganti air teh.Sembelit dan Sariawan:Legen diminum seperti minuman segar lainnya.
Belimbing wuluh(Averrhoa bilimbi L.)
2007-08-26 09:17:00
Belimbing wuluh(Averrhoa bilimbi L।)
BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, buah.KEGUNAAN:Bunga:- Batuk.- Sariawan (stomatitis)Daun:- Perut sakit. Gondongan (Parotitis).- Rematik.Buah:- Batuk rejan.- Gusi berdarah, sariawan.- Sakit gigi berlubang.- Jerawat. Panu.- Tekanan darah tinggi.- Kelumpuhan.- Memperbaiki fungsi pencernaan.- Radang rektum.PEMAKAIAN:Untuk minum: Lihat resep.Pamakaian luar: Daun secukupnya setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur, dipakai sebagal tapal (pemakaian setempat) pada gondongan, rheumatism, jerawat, panu.CARA PEMAKAIAN:1. Pagel linu: 1 genggam daun belimbing wuluh yang masih muda, 10 biji cengkeh, 15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ketempat yang sakit.2. Gondongan: 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat yang sakit.3. Batuk pada anak. Segenggam bunga belimbing wuluh, beberapa butir adas, gula s...
More About: Bing , Limb
Anting-anting(Acalypha australis Linn.)
2007-08-25 18:41:00
Anting-anting(Acalypha australis Linn।)BAGIAN YANG DIPAKAI:Seluruh tanaman, pemakaian segar atau kering.KEGUNAAN:1. Disentri basiler dan disentri amuba.2. Diare, anak dengan berat badan rendah (malnutrition) dan gangguan pencernaan.3. Muntah darah, mimisan, berak darah (melena), kencing darah (hematuria).4. Malaria.PEMAKAIAN :9 - 15 gram kering atau 30 - 60 gram segar, direbus, minum.PEMAKAIAN LUAR:Herba segar dilumatkan, tempel atau direbus, airnya untuk cuci.Dipakai untuk bisul, koreng, luka berdarah, eczema, dermatitis,gigitan ular.CARA PEMAKAIAN:1. Dermatitis, eczema, koreng: Herba segar secukupnya direbus, airnya untuk cuci di tempat yang sakit.2. Perdarahan, luka luar: Herba segar ditambah gula pasir secukupnya, dilumatkan dan ditempel ke tempat yang sakit.3. Disentri amoeba: 30 - 60 gram tanaman kering (seluruh batang) direbus, sehari dibagi 2 kali minum, selama 5 - 10 hari.4. Diare, disentri basiler, muntah darah, mimisan, berak darah (melena),...
Alpokat(Persea gratissima Gaertn.)
2007-08-25 18:34:00
BAGIAN YANG DIPAKAI: Daging buah, daun, biji।KEGUNAAN:Daging buah :- Sariawan.- Melembabkan kulit kering.Daun:- Kencing batu.- Darah tinggi, sakit kepala.- Nyeri syaraf.- Nyeri lambung.- Saluran napas membengkak (bronchial swellings).- Menstruasi tidak teratur.Biji:- Sakit gigi.- Kencing manis.PEMAKAIAN,.Untuk minum: 3-6 lembar daun. Pemakaian Luar: Daging buah secukupnya dilumatkan, dipakai untuk masker. Daun untuk pemakaian setempat, biji digiling halus menjadi serbuk untuk menghilangkan sakit.CARA PEMAKAIAN:1. Sariawan: Sebuah isi alpokat yang sudah masak diberi 2 sendok makan madu murni, diaduk merata lalu dimakan. Lakukan setiap hari sampai sembuh.2. Kencing batu: 4 lembar daun alpokat, 3 buah rimpang teki, 5 tangkai daun randu, setengah biji pinang, 1 buah pala, 3 jari gula enau, dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum. Sehari 3 x 3/4 gelas.3. Darah tinggi : 3 lembar daun ...
Beluntas(Pluchea indica (L.) Less.)
2007-08-25 18:19:00
Beluntas(Pluchea indica (L।) Less.)
BAGIAN YANG DIPAKAI: Seluruh tanaman, segar/dikeringkan.KEGUNAAN :1. Menghilangkan bau badan.2. Gangguan pencernaan pada anak-anak dan menambah nafsu makan.3. Menurunkan panas, peluruh keringat.4. Scabies.5. TBC kelenjar leher (Cervical tuberculous lymphadenitis)6. Nyeri pada rheumatik, sakit pinggang (Lumbago)PEMAKAIAN: 10 - 15 gr, direbus.CARA PEMAKAIAN:1. Gangguan pencemaan pada anak-anak: daun dicampurkan pada bubur saring/nasi tim.2. TBC kelenjar leher: - extra batang dan daun beluntas, extra gelatin dari kulit sapi, Laminaria japonica (rumput laut). Bahan-bahan ini ditim sampai lunak, Ialu dimakan. - Laminaria japonica (rumput laut)3. Nyeri rheumatik: 15 gr akar beluntas, direbus, minum.4. Menghilangkan bau badan: sebagai lalap.5. Peluruh keringat, menurunkan panas: Daun direbus, atau diseduh sebagai teh, minum
More About: Indica
Buah मकसर Brucea javanica [L.] Merr.)
2007-08-25 15:35:00
Buah Makasar(Brucea javanica [L।] Merr.)Nama Lokal :NAMA DAERAH Sumatera: dadih-dadih, tambar sipago, t। sipogu, t. bui, malur, sikalur, belur. Jawa: kendung peucang, ki padesa, kuwalot, trawa!ot, walot (Sunda), kwalot (Jawa). Sulawesi: tambara marica (Makasar). Maluku: nagas (Ambon). NAMA ASING Ya dan zi (C), false sumac, java brucea fruit (I). NAMA SIMPLISIA Bruceae Fructus (buah makasar).BAGIAN YANG DIGUNAKANBagian yang digunakan adalah buah। Setelah buah dikumpulkan, bagian yang keras dibuang untuk diambil isinya. Selain buah, daun dan akar juga berkhasiat sebagai obat.केगुनानINDIKASIBuah digunakan untuk pengobatan: malaria,disentri amuba, diare kronis akibat terinfeksi Trichomonas sp।, keputihan,wasir (hemoroid),cacingan (nematoda, taemia),papiloma di pangkal tenggorokan (laring), pita suara, liang telinga luar, dan gusi,kanker pada kerongkongan (esofagus), lambung, rektum, paru-paru, leher rahim (serviks), dan kulit।Akar digunakan untuk pengobatan: mala...
Bidara Upas
2007-08-25 14:58:00
Bidara Upas(Merremia mammosa (Lour।) Hall.f.)Uraian :Tumbuh liar di hutan, kadang di tanam di halaman dekat pagar sebagai tanaman obat atau karena umbinya dapat dimakan. Tumbuh dengan baik di daerah tropik dari dataran rendah sampai ketinggian 250 m dpi. Tanaman ini mungkin didatangkan dari Philippine, merupakan tanaman merayap atau membelit yang panjangnya 3-6 m, batangnya kecil bila dipegang agak licin dan warnanya agak gelap. Daun tunggal, bertangkai panjang, berbentuk jantung, tepi rata, ujung meruncing, panjang 5-12 cm, lebar 4-15 cm, warnanya hijau tua. Perbungaan berbentuk payung menggarpu berkumpul 1-4 bunga, bentuknya seperti lonceng berwarna putih, panjang 7-8 cm, dengan 4 helai kelopak. Umbi berkumpul didalam tanah, mirip ubi jalar. Bila tanahnya kering dan tidak tergenang air serta gembur, beratnya dapat mencapai 5 kg atau lebih. Warna kulit umbinya kuning kecoklatan, kulitnya tebal bergetah warna putih, bila kering warnanya menjadi coklat. Perbanyakan dengan stek bata...

PENAMBAH ILMU

Dzikiran pemanggil Ilmu

أَنَّمَا أُنْزِلَ بِعِلْمِ اللَّهِ وَأَنْ لا إِلَهَ إِلا هُوَ

Dzikirkan ayat ini sesering mungkin secara rutin agar ilmunya semakin bertambah ilmu itu bias berupa apa saja yang bermanfaat yang bias datang kapan saja dari siapa saja dan media apa saja.

Semoga berhasil.

MATI

Belajar untuk Mati
Galang Lufityanto (www.galang.biz)
Kata kakek berjenggot putih itu, orang yang dicabut nyawanya sakitnya seperti diiris pedang seribu kali. Aku mengambil sebilah pisau, dan sedikit kugoreskan ke kulit tangan. Auh.., sakit...! Bibirku bergetar. Benarkah mati itu lebih sakit daripada ini?
Jadi aku seharusnya bisa lebih kuat.
Ah sedikit lagi..., batinku sambil menyayat bagian telapak tanganku dekat dengan pangkal jari. Darah keluar setitik, lalu membesar sedikit demi sedikit seperti air yang keluar dari permukaan tanah dan membentuk genangan. Baunya anyir. Aku meringis, sambil mengelapnya pada kain celanaku.
Sakit…..
Apakah mati harus sesakit ini? Atau jangan-jangan kakek itu hanya mengada-ada?
Tanganku masih menyisakan darah. Buru-buru kukulum untuk menghentikan darah keuar lagi. Sebenarnya luka ini tidak terlalu mengerikan. Setidaknya buatku. Bagaimanapun juga ini sama sakitnya kalau abah menampar pipiku bila aku tidak bisa mendapat uang banyak dari mengamen siang harinya.
Tapi mati serasa diiris seribu pedang? Jika perkataan kakek itu benar, berarti mati itu adalah masalah.
************
Pagi ini –dan seperti pagi-pagi lainnya– aku mengenakan kaos yang lusuh. Kali ini kaos kesayanganku, yang ada jahitannya di bagian lengan kanan. Bila aku memakainya biasanya akan dapat uang banyak.
Kuambil sandal jepit butut di dapur. Melewati kamar abah, aku berjingkit-jingkit tanpa menimbulkan suara. Penutup kamar bukanlah pintu, tapi sehelai kain tipis. Diterpa sinar matahari dari jendela yang mungkin lupa ditutup sejak tadi malam, aku bisa melihat bayangan abah –besar meringkuk di tempat tidur. Aku menghela napas lega.
Tapi….
1
Klutuk! Tanpa sengaja aku menyenggol botol bir kosong abah di lantai. Botol cap topi miring itu menggelinding, dan akan membentur dinding bila aku tidak cepat-cepat menahannya dengan tanganku.
Mati aku! Batinku menelan ludah. Telingaku menangkap dengkuran abah mereda. Ranjang berderik. Aku membayangkan abah tengah mengeliat sekarang. Dan tubuhku seakan menciut ditekan perasaan was-was yang berlebihan.
Satu detik. Dua detik, Aku bahkan takut pada bunyi desahan napasku. Seakan waktu berhenti di dekatku.
Lalu dengkuran abah mulai terdengar lagi.
Tak perlu menunggu kesempatan kedua atau kejaiban datang lagi, untuk segera pergi meninggalkan rumah. Aku menyambar kecrekan-ku, sebilah bambu sepanjang pergelangan tangan yang kupasangi tutup-tutup seng botol. Sehingga bila kugoyangkan, akan keluar bunyi crek-crek, yang akan mengiringi nyanyianku.
Aku tidak punya uang cukup untuk membeli gitar kecil, bahkan yang termurah sekalipun. Ah…, tapi biarlah! Toh aku memang tidak bisa menyanyi. Yang kulakukan hanya memasang muka memelas, dan orang-orang akan mengeluarkan recehnya.
Sebenarnya hanya tinggal berjalan lurus untuk sampai ke jalan besar. Lantas menunggu andhong atau becak yang akan pergi ke kota, dan aku akan ikut serta. Tapi entah aku masih penasaran dengan yang kemarin. Jadi kulangkahkan kakiku berbelok di sebuah gang kecil. Aku berharap kakek berjenggot putih itu ada di rumahnya.
Kampungku layaknya lahan kering di pinggiran kota. Tidak ada sawah yang hijau. Yang ada hanya rumah-rumah kecil dari triplek, pemuda-pemuda bertato yang kerjaannya hanya main ceki, dan lalat-lalat yang beterbangan.
Dalam jalanku, aku merenung. Mengingat-ingat ketika kakek itu merapikan rambutku yang kemerahan tersengat sinar matahari.
“Rambutmu bagus. Sayang kalau berantakan.” Kakek itu mengelus anakan rambutku.
Aku mencibir. “Tapi aku biasanya dapat uang banyak bila rambutku berantakan.” Kuacak kembali rambutku. Kakek itu hanya menghela napas dan mengangkat bahunya.
Seharusnya aku marah. Tapi anehnya, tidak. Tidak untuk kakek itu
Beberapa langkah lagi aku sampai di halaman rumah kakek itu, dari arah persimpangan di depanku muncul lima orang anak memotong jalan. Mereka pasti punya tujuan yang sama denganku, karena memang di sana tidak ada apa-apa kecuali rumah kakek itu.
Mereka menghentikan obrolannya ketika melihatku. Aku jadi salah tingkah. Mereka lalu berbisik-bisik. Entah tentang apa. Tapi tampaknya mereka sedang membicarakan diriku.
2
Aku baru sadar ketika melihat penampilanku sendiri. Kaos kumuh, tak kalah lagi kucelnya celanaku, dan masih ditambah sandal jepit yang warna pengaitnya saja sudah pudar. Diam-diam aku menyembunyikan kecekrekan-ku di belakang punggungku.
Mereka –meski usianya paling hanya terpaut satu tahun dariku– terlihat sungguh berbeda. Pakaiannya putih bersih, dan sarung yang dikenakan berwarna cemerlang. Topi bundar yang lucu menghiasi kepala mereka. Di tangan kanan mereka masing-masing membawa sebuah buku tebal, bukan….., lebih mirip kitab.
Bagus. Lha aku?!
Terpukul mundur dalam langkah-langkahku. Aku pergi meninggalkan tempat itu dengan segumpal perasaan kecewa. Setibanya di persimpangan kecil dekat gardu siskamling, aku berbelok. Namun tidak pergi. Sebaliknya aku menghentikan langkahku dan bersembunyi di balik gardu. Dari celah kayu, aku mengintip kelima anak itu.
Seperti dugaanku, mereka memang berniat menjumpai si kakek. Ketika mereka mengucapkan sesuatu, kakek itu muncul dari dalam rumah dengan senyumnya yang tulus. Ia mengenakan baju putih panjang dan juga topi bundar di kepalanya.
Mereka berlima mencium tangan kakek satu persatu.
Aku tersenyum kecut. Satu yang kemudian aku tahu. Aku bukan bagian dari mereka.
Cukup alasan untukku untuk pergi dari tempat ini.
******************
Sore ini kakek berjenggot putih itu mendatangiku. Aku kaget melihatnya berjalan menyisiri trotoar, dan lalu melambaikan tangannya serta memanggil namaku.
Aku menghampirinya, segera setelah menerima sekeping ratusan rupiah dari sopir sebuah mobil.
Kakek itu tampak heran ketika aku mencium tangannya. Itu membuatku sedikit was-was. Jangan-jangan aku salah berbuat. Tapi aku kan hanya meniru kelima anak yang kulihat pagi tadi.
Yang kutakutkan tidak terjadi. Kakek itu tersenyum. Leganya hatiku.
************
“Kamu tiap hari mengamen di sini?”
3
Aku mengangguk. Kuseruput sedikit teh panas. Kakek itu mengajakku ke angkringan. Kulihat kakek itu mencomot sepotong pisang goreng. Lalu menggumamkan sesuatu sebelum memasukkan ke mulutnya.
“Kakek sedang apa?”
“Berdoa,” kakek itu lantas melirik kepadaku. “Kenapa Kamu tanyakan itu?”
“Ah.., tidak apa-apa!” Aku merasakan pipiku memerah. Buru-buru kupalingkan wajahku.
“Kamu ingin bisa berdoa?”
Aku diam saja.
“Datanglah ke surau sekali lagi! Kakek akan senang sekali berjumpa denganmu di sana.”
Aku bahkan baru tahu rumah itu punya nama sendiri. Surau? Hehe..lucu….
“Tapi aku tidak punya baju putih.”
Kulihat kening si kakek mengernyit. Tapi lalu ia berkata, “Tidak perlu baju putih. Apa warna baju terbaikmu?”
Aku berpikir sedikit lama. “Biru.”
“Pakai yang itu saja.”
“Dan aku juga tidak punya topi bundar.”
Kakek itu tersenyum. Ia mengusap rambutku yang kemerahan seperti rambut jagung. Merapikannya. Kali ini kubiarkan saja, tanpa mengacaknya lagi.
“Bagiku Kamu sudah memakai topi bundar itu, Nak! Datang saja!”
Aku mengangguk bersemangat. Tapi lalu wajahku pucat lagi. Kakek itu menyadarinya. Ia bertanya padaku apa ada lagi yang menggangguku.
“Abah…” Ucapku pendek. Pendek namun sanggup membuat bulu kudukku merinding. “Abah akan memukulku kalau aku tidak membawa pulang uang banyak.”
Kakek itu menghela napas. “Aku akan coba membantu sebisanya.”
“Benar ya, Kek?” Mataku berbinar.
Ia menganggukkan kepala. Mantap sudah keputusanku. Dan akhirnya, setelah membayar makanan, ia langsung pergi meninggalkanku.
Kuikuti sosoknya pergi. Ia seperti cahaya. Cahaya redup, menyegarkan namun tidak menyilaukan mata.
Dan aku menginginkannya pula.
*************
4
Hari ini pagi-pagi sekali aku sudah bersiap. Pagi buta. Katanya sebelum matahari terbit lebih baik. Nanti kakek itu akan mengajariku sho.., eh apa namanya? Sholat?
Seperti biasa abah masih tidur. Aku berjingkit, menenteng sandal jepitku hingga ke pintu. Namun segera aku berbalik ketika menyadari aku kelupaan sesuatu. Aku bercermin. Tersenyum, sedikit malu. Untuk berbulan-bulan lamanya, baru kali ini aku berpakaian rapi. Juga rambutku kusisir. Sebetulnya aku masih bingung. Haruskah kusisir belah tengah, atau samping. Atau ahh….! Pusing!
Ketika aku berjalan, kemeja biruku berkibar ditiup angin. Dinginnya bukan main. Tapi itu tidak mematikan semangatku. Sementara itu langit masih gelap-terang ragu. Bulan tampak sepotong. Seperti buah semangka yang diiris.
Lagi-lagi aku bertemu kelima anak yang kutemui kemarin. Namun beda, kali ini mereka tersenyum melihatku.
Mereka mengenakan kemeja biru.
“Ahmad!” Terdengar kakek memanggil namaku. Aku kaget, kakek pun mengenakan kemeja warna biru. “Selamat datang!”
Belum lagi hilang rasa keterkejutanku, aku menyadari bahwa mereka semua tidak mengenakan topi bundar.
Sama denganku.
*************
Aku pulang ke rumah dengan hati riang. Di tanganku ada tas plastik berisi kemeja putih, pemberian kakek. Pintanya aku memakai ini bila pergi ke surau keesokan paginya.
Suara gemerincing uang di saku kemejaku. Tidak banyak, tapi paling tidak aku tidak perlu mengamen lagi. Kakek memberikannya padaku. Katanya ini dari infaq penduduk sekitar sini.
Kubuka pintu. Kaget setengah mati melihat abah duduk di ruang tamu. Tangannya menggenggam rokok lintingan. Wajahnya merah. Tampaknya ia dalam keadaan marah. Dan malangnya, ia kelihatan seperti menungguku.
“Darimana saja Kamu?! Aku ketemu Joni, katanya Kamu sudah jarang mangkal di tempat biasanya!”
Aku tergagu. Badanku merinding.
“Apa yang Kamu bawa itu?” Ia melihat tas plastik di tanganku. Kusembunyikan di belakang punggungku, tapi memang sudah terlambat.
5
Abah merebutnya, dan membukanya dengan paksa.
“Jangan, Abah!”
Abah tidak menggubrisku. “Oh, jadi ini yang Kamu lakukan akhir-akhir ini?” Abah mengangkat kemeja putih dan Al-Qur’an, kemudian mencampakkannya ke lantai. “Pantas saja uang bawaanmu jadi sedikit!”
“Tapi Abah….”
“Tidak ada tapi-tapian! Siapa yang mengajari Kamu seperti itu, heh? Dikiranya seperti itu kita bisa hidup apa? Mau makan darimana?” Abah mendorong keningku dengan telunjuknya. “Pakai otakmu, Dungu!”
Aku mulai terisak. Takut.
“Lalu mana pesananku?” Suara abah meninggi.
Aku menggeleng lemah. Bibirku gemetar. Sudah sampai yang terburuk.
“Mana, heh?! Kausimpan di mana?”
“Ahmad tidak be.. li…. Orang Islam ti..dak boleh minum bi…irr..,” ujarku terbata-bata
“Apa?!” Dan tangan abah menyambar pipi kiriku. Belum lagi puas, pipi kananku menjadi sasaran juga. “Katakan siapa yang sudah meracuni otakmu itu, Heh? Akan kubunuh dia!”
Aku tidak berani berucap. Bibirku kukunci rapat. Bila perlu kugigit lidahku agar tak ada kata terucap. Biarlah berdarah.
“Jangan-jangan si kyai keparat itu!”
Aku kaget. Bagaimana abah bisa tahu?
Abah tampaknya melihat raut mukaku berubah. “Benar kan dugaanku? Akan kuberi pelajaran dia!” Ia beranjak dari kursinya. Tangannya menyambar parang yang selama ini tergantung di dinding ruang tamu sebagai hiasan. Tapi aku tahu, parang itu sebenarnya bukan sekedar parang hiasan.
Aku menghambur. Bersimpuh memegangi kakinya. “Ampun! Jangan Abah sakiti kakek! Jangan, Abah!”
“Apa-apaan Kamu ini?!” Abah berusaha melepaskan cekalan tanganku. “Lepaskan kataku!” Ia menampar wajahku. Pipiku sampai lebam, dan rasanya seperti mati rasa. Lalu lengannya yang besar membetot tanganku agar melepaskan kakinya.
Tapi aku tidak mau melepaskannya!
“Anak jahanam!!” Abah kehilangan kesabaran. Ia mengambil sebotol bir kosong di lantai.
Aku mendengar suara angin berkesiut menuju ke arah kepalaku. Suaranya mengerikan. Membuat bulu kudukku berdiri. Tapi itu tidak lama karena semuanya langsung gelap di mataku.
6
**************
“Ahmad buka mata! Eh, dia sudah siuman.”
Meskipun tampak berbayang, kulihat Anton, Manto, Tamrin, Sugi, dan Totok berdiri mengerumuniku. Mereka adalah teman baruku yang kudapat dari mengaji di surau kakek.
Di depan sana, kulihat sosok kakek duduk bersandar ke dinding. Raut wajahnya capek. Tapi ia tetap tersenyum di tengah kulit bibirnya yang keriput demi melihatku telah sadar.
“Di di..mana…aku ?” Terbata-bata aku terucap. Heran, sepertinya bibirku pun terasa berat untuk kugerakkan. Dan nyeri di kepalaku karuan membuatku sedikit mengeluh.
“Kamu di rumah sakit,” ujar Sugi.
Nyeri luar biasa. Kepalaku, auh!! Rasanya seperti ditusuk-tusuk. Seluruh badanku meremang. Sepertinya aku tidak kuasa atas tubuh ini lagi. Semua badanku kaku tidak bisa digerakkan.
“Ka kek….., Abaah?”
“Abahmu ditangkap polisi…”
“Aa…aabaah….,” isakku pelan. Tapi segera aku berhenti. Karena untuk menangis pun tubuhku terasa sakit.
Anton memegangi tanganku. “Kamu bisa tinggal dengan kami. Kamu tidak perlu takut disakiti lagi.”
Aku mencoba menoleh sedikit. Leherku…. Aku mengeluh.
“Kek.., ma…mati… itu sakit kah?”
Kelima temanku membisu. Kakek tidak berkata apa-apa. Di matanya tergenang air mata.
“Sa…sakit ya….” Keluhku.
“Ahmad, jangan berkata seperti itu. Kamu pasti akan sembuh. Lalu kita bisa main kelereng seperti dulu lagi. Aku janji akan membagi kelerengku lebih banyak.”ujar Anton
Kuangkat jemariku. Bergetar dan sakit sekali. Tanganku seperti menggantung di udara. Cepat-cepat disambut oleh Anton yang menggenggam erat jemariku. Ia kelihatan kaget merasakan tanganku sudah sedemikian dinginnya.
“Te…terima ka…sih…” Aku tersenyum. Dan sebutir air mataku mengalir di antara pipiku yang memar.
Aku mendengar suara langkah-langkah kaki menuju kamar ini. Mendekat, namun terdengar semakin menjauh. Memang aku tak bergerak, namun rasanya diriku seperti dibopong pergi. Suara samar itu kemudian menjelma jadi sosok-sosok putih yang muncul dari pintu. 7
Mereka mengerubungiku. Aku sudah tidak bisa lagi mengenali wajah mereka, karena mata ini rasanya tidak sabar ingin menutup.
“Kritis, Suster! Cepat harus kita bawa….”
Hanya itu yang dapat kutangkap di telingaku. Juga lantunan doa kakek yang seperti meninabobokan aku.
Sedetik terasa sangat berharga. Satu-satunya yang terngiang di telingaku adalah perkataan kakek. Orang yang dicabut nyawanya sakitnya seperti diiris pedang seribu kali
Seperkian detik kemudian kulalui. Rasanya lama sekali ku menunggu. Mempersiapkan diri untuk menghadapi yang terburuk dari yang paling buruk. Diiris dengan pedang.
Hingga hembusan angin datang, sejuk, memadamkan jiwaku. Aku mati.
Meninggalkan sebuah senyum. Senyum beku yang seakan ingin mengatakan sesuatu.
Kakek bohong……, mati tidak sakit.
-------oo-------
2 Agustus 2002
8